Wednesday, July 6, 2011

Jose Mourinho Rencanakan Lepas Ban Kapten Iker Casillas




Jose Mourinho dilaporkan sedang menyiapkan rencana yang dipastikan bakal mengundang kontroversi pada musim depan.

Bukan soal perekrutan pemain dengan harga yang wah -- seperti yang lazim dilakukan Real Madrid, tapi ini menyoal ban kapten tim.

Secara mengejutkan, Mourinho diberitakan hendak melepas ban kapten Iker Casillas, pemain yang sejatinya sudah menjadi ikon Santiago Bernabeu. Demikian klaim Marca.

Tak ada alasan jelas motif Mourinho mencopot ban kapten dari lengan kiper nomor satu Spanyol itu, namun yang jelas, beredar kabar kalau The Special One menginginkan Los Blancos dikomandoi oleh pemain yang mobile, bukan seorang kiper yang ruang geraknya terbatas, hanya di area pertahanan.

Sejauh ini, nama yang disebut favorit menjadi suksesor Casillas adalah gelandang Xabi Alonso.

Mourinho tidak gentar sekalipun hal ini diyakini bakal mengundang reaksi keras dari para fans Madrid, sebab ia menganggap apapun yang dirasanya dapat menguntungkan klub, maka sang juru taktik tak segan merealisasikannya.

 -dikutip : goal.com-

Wah semoga saja tidak akan merubah posisi real madrid...dukung terus Real Madrid di 12bet.com

Tuesday, July 5, 2011

Novak Djokovic Sempurnakan Langkah

Grand slam Wimbledon 2011 kembali mendapatkan juara baru. Petenis Serbia Novak Djokovic meraih gelar pertamanya di grand slam lapangan rumput itu. Gelar tersebut sekaligus menyempurnakan posisi nomor satu ATP (Asosiasi Tenis Putra) yang sudah pasti dihuni Djokovic saat daftar peringkat diumumkan hari ini.

Djokovic meraih gelarnya dengan mengalahkan sang juara bertahan Rafael Nadal (Spanyol). Laga berlangsung selama 2 jam 28 menit dalam empat set yang berakhir dengan 6-4, 6-1, 1-6, 6-3.

Kemenangan tersebut memberikan kesempurnaan bagi Djokovic dalam pertemuannya dengan Nadal tahun ini. Djokovic menang lima kali beruntun. Seluruhnya berlangsung di final. Empat pertemuan sebelumnya merupakan final turnamen berkategori Masters Series, yaitu Miami master, Indian Wells Masters, Madrid Masters dan Roma Masters.








Kemenangan di final membuat Djokovic meraih rekor menang kalah 48-1 sepanjang musim 2011. Dalam rekor itu juga terdapat satu gelar grand slam lainnya, Australia Terbuka, Januari lalu. Dengan demikian, dia sudah mengoleksi tiga gelar grand slam sepanjang karirnya.

"Sangat sulit melukiskan kemenangan ini dengan kata-kata, kecuali dengan hari terbaik dalam hidup saya. Wimbledon adalah turnamen favorit saya, yang selalu ingin saya menangi," ujar Djokovic usai pertandingan di Centre Court. All England Club itu.

Presiden Serbia hadir langsung di sisi lapangan untuk memberikan dukungan dari Royal Box. Saat Nadal mengirimkan backhand yang terlalu kencang, Djokovic melampiaskan kegembiraannya dengan berlutut di lapangan. Dia mencabut sedikit rumput dan memasukkannya ke mulutnya sambil beraksi seakan memakan rumput itu.

"Saat anda bermain melawan petenis terbaik di dunia seperti Rafa, saya harus berada di penampilan terbaik. Saya kira, di pertandingan ini saya mempertontonkan permainan terbaik," urai Djokovic.

Djokovic bermain dengan nyaman di dua set awal. Di set pertama dia mematahkan servis Nadal pada game  kesepuluh untuk merebut set pembuka. Di set berikutnya, dia mematahkan dua kali servis Nadal.

Nadal memperpanjang nafasnya dengan kemenangan di set ketiga. Namun, Djokovic kembali ke permainan terbaiknya untuk menutup laga di set keempat.

Sebelum laga tersebut, Nadal meraih 20 kemenangan beruntun di lapangan rumput All England Club. Dia menjadi juara pada edisi 2008 dan 2010. Pada 2009, dia kehilangan kesempatan mempertahankan gelar karena mengalami cedera tendinitis pada kedua lututnya.

"Wimbledon selalu berarti sebagai turnamen paling spesial bagi saya. Berada di sini, menjalani partai final adalah mimpi. Jadi, saya bisa merasakan perasaan yang didapatkan Novak kali ini," kata Nadal.

Nadal mengalami cedera pada kaki kirinya saat melewati babak keempat. Dalam dua pertandingan berikutnya, dia mengakui memakai painkiller. Namun, nadal tak mau memakai hal itu sebagai alasan kekalahannya. "Kembali ke final sudah seperti mimpi bagi saya," tegasnya.  

-dikutip dari ; Jawa pos_

SELAMAT KEPADA ANDA PARA PEMENANG DARI 12BET.com... 

Monday, July 4, 2011

Argentina Tergelincir, Brasil Waspadai Venezuela

Tertahannya tuan rumah Argentina di tangan Bolivia pada partai pembuka Copa America 2011 membuat pelatih Brasil Mano Menezes ingin timnya mewaspadai lawan pertama mereka Venezuela.

"Mereka akan lakukan yang terbaik untuk membuat Brasil kesulitan. Kami harus mendikte tempo permainan dan bermain bagus. Kami tahu kemampuan kami dan apa yang akan Venezuela berikan," pikir Menezes.

Namun, Menezes tetap berusaha tenang, "Tetapi saya merasa tenang, karena kami sudah bekerja sangat baik. Sedikit ketegangan adalah hal wajar di awal kompetisi."










Menezes ditekan untuk memberikan gelar ketiga Copa America beruntun, tapi itu tak membuatnya sudah memikirkan lawan-lawan di babak lanjutan.

"Kami tak perlu berpikir tentang Argentina atau Uruguay, karena mereka bukan lawan-lawan kami saat ini. Sekarang, ini semua tentang grup, Venezuela, Paraguay, dan Ekuador," yakin eks-pelatih Corinthians itu.

Sunday, July 3, 2011

Kvitova memenangkan Wimbledon 2011


Final Wimbledon adalah final Grand Slam pertama Petra Kvitova. Hebatnya ia langsung menuntaskannya dengan sebuah titel juara. Kvitova datang, lihat dan menang.

Prestasi itu digapai Kvitova saat menyungkurkan mantan petenis nomor satu dunia sekaligus juara Wimbledon tahun 2004, Maria Sharapova. Dalam laga puncak yang dihelat, Sabtu (2/7/2011) malam WIB, Kvitova menang dua set langsung 6-3 dan 6-4 dalam waktu 85 menit.

Ini tentunya merupakan pencapaian gemilang bagi Kvitova yang sebelumnya hanya pernah mencapai perempatfinal Australia Terbuka tahun ini, sebagai prestasi terbaiknya di arena Grand Slam.

Apalagi sejak terjun sebagai petenis profesional lima tahun lalu, petenis 21 tahun ini hanya mampu meraih lima titel WTA Tour. Namun berkat penampilan gemilangnya di tahun ini, ia mampu masuk dalam 10 besar peringkat dunia.

Laga di Centre Court All England Lawn Tennis and Croquet Club malam ini membuktikan jika Kvitova memang pantas berada di deretan petenis wanita terbaik dunia saat ini.

"Aku tak tahu harus menguncapkan apa jika Aku berdiri sini dengan trofi ini dan melihat beberapa pemain hebat di Royal Box. Well, aku sangat dengan kemenangan ini," sahut Kvitova usai laga seperti dilansir Reuters.

"Jelas aku tadi sempat gugup. Aku merasa aku bisa memenangi Wimbledon. Tapi aku harus fokus pada setiap poin," sambungnya.

Kvitova pun boleh berbangga karena ia jadi petenis wanita kidal kedua yang menjuarai Wimbledon, setelah terakhir Martina Navratilova melakukannya tahun 1990. Sekaligus jadi petenis asal Republik Ceko pertama yang jadi menjuarai Wimbledon setelah Jana Novotna tahun 1998.

Baik Navratilova maupun Novotna hadir menonton langsung partai final itu. Saat penyerahan hadiah Kvitova melambaikan kecupan kepada kedua seniornya di dunia tenis itu.

Saturday, July 2, 2011

Di Final Wimbledon Sharapova Tantang Kvitova





Maria Sharapova semakin dekat dengan gelar Grand Slam yang keempat dalam kariernya. Petenis cantik Rusia itu sukses melangkah ke final Wimbledon 2011, setelah melewati hadangan Sabine Lisicki. Di final, Sharapova akan menghadapi Petra Kvitova yang di semifinal menumbangkan Victoria Azarenka 6-1, 3-6, 6-2.

Pertandingan babak 4 Besar antara Sharapova kontra Lisicki digelar Kamis (30/6) malam WIB. Meski mengalami slow start, Sharapova berhasil mengatasi petenis kuda hitam asal Jerman itu straight set 6-4, 6-3.

Lisicki membuka laga dengan kuat dan memimpin 3-0 di set pertama. Tapi Sharapova berhasil bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 3-3 dan kedudukan sama kuat kembali terjadi di dua game berikutnya.

Titik balik Sharapova terjadi saat meraih game kelima. Ia berhasil mematahkan servis Lisicki untuk memimpin 5-4 dan menutup set dengan kemenangan 6-4. Sharapova memanfaatkan momentum dan langsung tancap gas di set kedua, sehingga berhasil unggul 3-0 atas lawannya. Liscki memperkecil kedudukan menjadi 1-3, namun Sharapova kembali menjauh usai memenangi dua game selanjutnya menjadi 5-1.

Lisicki tampaknya enggan menyerah begitu saja dan kembali memangkas jarak menjadi 2-5. Double fault Sharapova memberikan Lisicki kemenangan di game berikutnya dan skor jadi 3-5.

Sharapova tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk segera mengakhiri pertandingan. Ia mematahkan servis Lisicki di game terakhir dan menyegel kemenangan 6-3, usai pukulan lawan keluar jauh dari baseline.

Ini adalah final kedua Sharapova di Wimbledon. Sebelumnya, petenis berusia 24 tahun ini mencapai final pada 2004 lalu dan berhasil menjadi juara usai mengalahkan Serena Williams.


Ayo bertaruh dan bela Maria Sharapova di 12BET.com